Saturday, March 28, 2009

tentang sebuah kenangan lima tahun lalu

Kisah ini berawal dari perkenalan tak disengaja melalui telepon, saya mulai mengenal dia, sebut saja namanya nuno, seorang pria yang ternyata teman saudara sepupu saya. perkenalan kami berlanjut menjadi sebuah hubungan teman dekat, hingga akhirnya kami pacaran. awalnya saya tidak begitu mengenal banyak tentang pribadi nuno, dan saya tidak begitu mempermasalahkannya, dengan harapan suatu hari saya dapat semakin memahami pribadi dia.

Pertemuan pertama kami terjadi di gramedia di salah satu mall di sebuah kota di jawa timur. pada pertemuan pertama itu, kesan saya datar saja, mengingat karena saya belum begitu mengenal dirinya, hingga akhirnya suatu hari, dia mengungkapkan sebuah rahasia hidup dia kepada saya, dia mengatakan kepada saya bahwa dia seorang mantan pemakai narkoba. awalnya saya shock mendengar pengakuan dia, namun dia berusaha meyakinkan saya bahwa dia berjanji akan membuktikan kepada saya bahwa dia sudah bersih dari barang haram tersebut. saya masih ingat pesan saya saat itu, "jika kamu ingin berubah, tolong jangan karena aku, tapi lakukan demi dirimu sendiri dan demi mama", dan dia menyanggupi.

Pertemuan kedua kami berlangsung di kosan saya saat itu di kota yang sama ketika kami bertemu pertama kali. dia datang ke kosan saya, sendirian, dan mengejutkan saya, karena dia tidak memberitahukan kepada saya sebelumnya jika dia hendak datang berkunjung ke kosan saya. pada pertemuan tersebut, saya terkejut, karena yang ada di pikiran saya dan yang saya lihat saat itu sangat berbeda. miko yang dulunya sangat kurus, kini lelaki yang ada di depan mata saya itu nampak jauh lebih bugar dibandingkan dulu. bahagia, tentu saja, karena dia benar-benar menunjukkan pada saya apa yang pernah dia katakan, dan hal itulah yang membuat saya semakin menyayanginya, karena menurut saya, miko lelaki yang bertanggung jawab dan berkomitmen.

Kisah kasih antara saya dan nuno bisa dikatakan sangat bahagia, karena walaupun hubungan ini kami jalani dengan jarak jauh, karena saya di surabaya dan dia di luar kota surabaya, namun antara kami tidak pernah terjadi pertengkaran hebat,kami berbahagia, dan saya merasakan cinta dia yang tulus kepada saya. jika dilihat secara kasat mata, kisah kami bisa dikatakan harmonis, namun sayangnya ada satu hal yang tidak akan pernah bisa mempersatukan kami kecuali salah satu diantara kami mengalah, yaitu agama, ya kami berbeda agama, saya islam dan nuno non islam, dan perbedaan inilah yang membuat saya berpikir lebih panjang tentang bagaimana kelanjutan kisah kami ke depannya.

Satu sisi, saya merasa sayang sama nuno, dan saya pun menyadari dia juga sayang sama saya, tapi di sisi lain, saya tidak bisa memaksakan hubungan ini, karena tidak mungkin bisa disatukan. setelah saya memikirkan dan mempertimbangkan bagaimana kelanjutan kisah kami ini, akhirnya saya memilih untuk mengakhiri kisah cinta kami dan kembali berteman. saya pun menyampaikan hal itu pada nuno, namun nuno bersikukuh untuk tetap melanjutkan kisah cinta kami.

Ujian SPMB pun tiba, dan hasil pun telah diumumkan, saya diterima di salah satu perguruan tinggi negeri di Bandung, dan nuno di salah satu perguruan tinggi negeri di Malang. hubungan kami pun semakin jauh, dan saya pun semakin pesimis menjalani hubungan kami. saya lupa, sudah berapa kali saya ingin mengakhiri kisah kami ini, namun dia tetap saja keukeuh ingin melanjutkan kisah kami meski banyak halangannya, hingga akhirnya dia pun menyetujui saya untuk mengakhiri kisah kami.

Alangkah sedihnya saya, karena setelah kami berpisah, ternyata nuno sangat membenci saya, terbukti dengan cara dia melupakan saya, yaitu dengan mengganti nomer ponselnya, sehingga saya kehilangan jejak nuno. saya sedih, karena saya tidak hanya kehilangan seorang kekasih yang saya sayang, namun saya juga kehilangan seorang teman. beberapa cara saya lakukan demi mendapatkan kabar mengenai nuno, namun kebanyakan hasilnya nihil, hingga akhirnya suatu hari ketika reuni SMA, teman saya mengatakan bahwa dia mengenal nuno dan satu fakultas dengannya. senang sekali akhirnya saya mendapatkan kabar tentang nuno, meski kabar yang saya peroleh saat itu adalah nuno sudah memiliki kekasih baru. sakit hatikah saya? ya, saya akui saya sakit, namun saya sedikit lega karena ternyata dia bahagia bersama wanita itu. nampak dari beberapa comment di friendster nuno yang menggambarkan bahwa dia bahagia. namun, saya sedih, karena ketika saya mencoba meng-add miko di friendster, ternyata dia tidak meng-accept-nya. alhasil, jika saya merindukan miko, saya hanya dapat memperhatikan beberapa foto yang ada di galery dia. saya paham, miko berbuat seperti itu mungkin karena dia sakit hati karena kami berpisah. saya tidak berputus asa, saya mencoba mengirim miko sebuah pesan melalui friendster walau hanya menanyakan kabar dia, dan terkadang saya mengatakan padanya bahwa saya merindukannya, namun tidak ada respon dari nuno, hanya satu pesan yang dia balas dan sangat menyakitkan saya, hanya sebuah kata, simpel, namun cukup membuat saya menangis, dan kata tersebut adalah "NEVER", yang menunjukkan bahwa dia sangat membenci saya dan tidak mengharapkan kehadiran saya lagi di kehidupannya.

Cukup lama saya tidak mendengar kabar tentang nuno, hingga akhirnya saya menemukan profile teman lama saya,yang merupakan teman saudara sepupu saya yang saya kenal, di facebook. saya mencoba meng-add-nya dan saya lihat friends list-nya dan betapa terkejutnya saya melihat sebuah foto dan sebuah nama yang sangat saya kenal, Oh my God, saya menemukan profile nuno. padahal selama ini, saya mencoba mencari nama nuno namun tidak menemukannya. awalnya saya ragu untuk meng-add-nya, karena berdasarkan pengalaman lalu, saya menjadi ragu kalau dia meng-confirm saya nantinya. namun, dugaan saya salah. ketika saya sedang check profile saya di facebook dan saya membaca notification, ternyata dia meng-confirm saya, dan yang lebih membuat saya bahagia, dia pernah memberi saya sebuah comment di salah satu status saya di facebook. memang hanya sebuah sikap biasa, namun hati saya merasa sangat bahagia, seperti menemukan kembali mutiara yang pernah hilang.

Berawal dari hadirnya kembali nuno di kehidupan saya meski hanya melalui facebook, saya berharap semoga kami tetap menjadi teman baik selamanya, karena biar bagaimana pun juga, saya masih menyayanginya dan kenangan tidak dapat dilepaskan begitu saja.

sekian kisah tentang sebuah kenangan saya dan nuno dan kisah ini saya dedikasikan untuk nuno semoga jika dia membaca cerita ini, dia dapat memaafkan kesalahan saya lima tahun lalu dan hubungan kami ke depannya bisa lebih baik.


dear nuno, makasih banyak untuk kenangan itu :)




"yang sulit bukanlah melenyapkan kenangan, melainkan mengumpulkan kekuatan untuk merelakan"
(Jessica Leal)


"aku akan selalu ingat, betapa manisnya untuk mencintai, dan kemudian merelakannya pergi"
(Rachel Obenchein)

No comments:

Post a Comment